Langsung ke konten utama

Syair di kala Mendung



Syair dikala mendung seperti nestapa yang tak terbendung oleh hati yang murung



Setiap risalah hati yang terpatri dalam kehidupan adalah sebuah nyanyian yang terdengar samar.
kau harus lebih peka dari pada hewan jika kau ingin mendengarkannya.
Hati bukanlah permainan kata yang bisa kau susupi
kadang kala hati tak kau dengar dan dia menangis...
sebab dia merasa tak dihargai dan dia terluka...
tanpa kau sadari...
tanpa kau rasa...
tanpa kau harus tau mengapa...
menyesal... bukan alasan...
perbaiki... mungkin sulit namun itulah hal yang terbaik yang bisa kau lakukan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Hujan Bersenandung

Rintik Hujan Bersenandung Sayup... Suara lain terdengar ketika hujan turun membasahi bumi... Suasana ini yang dingin membuatku semakin terasa mengantuk... Namun...

Keajaiban Syair dari Do’a dan Cinta

4 Langkah Awal yang Berjalan Mulus        M endengarkan hal itu, aku kemudian berjanji kepada Adi untuk menuntaskan masalah yang sedang dia hadapi pada saat ini. Pada esok hari aku akan memulai penyelidikanku karena tak mungkin memulainya pada saat sekarang mengingat aku dan teman-teman sudah terlalu letih setelah seharian   penuh mempersiapkan penampilan kami pada festival musik tadi.

Syair di Antara Ilalang

Angin simponi dikala senin pagi (Bag. 3) Kutipan: "cinta itu indah jika didasari dengan ketulusan dan keikhlasan. cinta itu mendatangkan kebaikan berupa semangat, kebahagiaan dan ketentraman hati jika kau menjalaninya dengan penuh kasih sayang, pengertian, keyakinan, kepercayaan, tanggung jawab dan setiap sikap dan sifat yang membaikkan hidupmu" "Namun jika kau meresa benci setelah kau mencintai, maka dapat ku pastikan bahwa cinta yang kau miliki bukanlah cinta yang tulus...." (Imam Setia Pratama,Ahf.)