5
(Bagian 2)
Tawa, canda, dan keharmonisan yang terlihat dari keluarga Aisyah telah membuatku berfikir bahwa sifat dan tingkah laku seseorang memang di pengaruhi oleh keadaan keluarga itu sendiri. Apabila keluarga harmonis maka orang yang berada didalam keluarga itu akan menjadi orang yang sukses. Namun sayang aku tak bisa bertemu dengan ayah aisyah karena dia sekarang berada di luar kota.
Matahari hampir menghilangkan dirinya dari ufuk barat, tanda bagiku untuk segera pulang menuju rumah. Aku berpamitan dengan Aisyah dan ibunya dan mengucapkan rasa terima kasihku atas semuanya. Aisyah menemaniku menuju ke arah mobil. Kami berjalan bersama namun tanpa kata. Hanya saling tatap kemudian berpaling karena malu. Aku ucapkan salam perpisahan padanya “selamat tinggal” namun dijawabnya dengan kata-kata yang indah yang akan selalu aku ingat.
Jangan ucapkan kata “selamat tinggal”, jika kamu ingin bertemu kembali dengan orang yang ingin kamu temui.
Katakanlah sampai jumpa lagi untuk memberi harapan agar kamu dapat bertemu dengan dia kembali.
Tersenyum aku menatapnya, lalu akupun membuka pintu mobil dan mulai menghidupkan mesin dan melihat dirinya dan berkata, “sampai jumpa Aisyah, aku sangat berharap kita bisa berjumpa lagi. Wassalamu’alaiki.” Aku melihatnya dan melaju meninggalkan kediamannya. Melihatnya melambaikan tangannya. Aku pun berhenti sejenak dan melambaikan tanganku dan pergi walau dengan hati yang berat karena aku ingin sekali selalu bersamanya. Tapi...
Ж Ж Ж
Pada malam hari di hari pertama aku memulai melakukan penyelidikan, aku hanya bisa mendapatkan sedikit informasi tentang Dwi Imelda. Terkadang sesuatu itu terlihat mudah namun sulit dan sulit terlihat mudah apabila orang itu yakin atau tidak yakun terhadap kemampuan dirinya itu. Apa mungkin ini pengaruh dari masalah waktu itu, masalah yang telah membuatku harus meninggalkan hal yang paling aku sukai. Sehingga aku tak mampu mengerjakan permasalahan ini dengan sebagaimana mestinya aku lakukan dulu. Kenapa bisa jadi seperti ini? kenapa aku bisa menjadi paranoid.
(suara telpon genggamku berdering)
Aisyah menelponku , aku termenung sebentar. Seketika firasat buruk menghampiriku. Tak tahu kenapa firasat itu bisa muncul namun aku mencoba untuk mengangkat telpon darinya.
“Assalamu’alaiki, Aisyah? ada apa?” sapaku.
“Walaika salam, Ihsan. Ihsan aku ingin mau bertemu denganmu lagi besok di perpustakaan karena ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Jawabnya.
Mendengar hal itu aku lalu menyanggupinya dan berjanji untuk datang menemuinya pada esok hari jam 3 sore dengan tanpa ada keraguan.
“Tentu, dengan senang hati Aisyah aku akan datang. Kita bertemu disana ya. Jam 3 sore. Oke!”
“Terima kasih Ihsan aku senang sekali. Wassalamu’alaika.” Aisyah mengahiri pembicaraannya.
“Walaiki salam.” Jawabku dengan tenang. Ternyata tekanan di masa lalu masih terbayang di benakku saat ini. Suara lembut Aisyah telah menenangkan hatiku yang sedang tak menentu. “Terima kasih Aisyah kau telah menenangkan dan ada di saat aku sedang membutuhkan seseorang yang begitu berarti dalam hidupku”. Bisikku dalam hati.
Perjalanan ini baru dimulai. Jangan pernah menyerah dengan apapun halangan yang menghadang dihadapanmu. Apapun hal yang akan terjadi nanti, hal yang paling terpenting dari itu semua adalah berusaha dengan sekuat tenaga dan menyerahkan semuanya pada Allah, tuhan yang maha segalanya.
Akan tetapi aku harus bisa mengembalikan lagi kepercayaan diriku yang pernah berkobar didalam hidupku. Setelah semuanya, aku putuskan untuk pergi tidur untuk melemaskan pikiran, jiwa, tubuh yang sudah letih akibat aktifitas hari ini.
Ж Ж Ж
Masalah dihidup ini bila kita hitung, pasti tidak akan pernah ada habisnya.
Maka dari itu masalah tak perlu kita hitung malainkan kita jalani.
Berhasil tidaknya kita menyelesaikan masalah bukan dilihat dari bagaimana pada hasil akhirnya melainkan bagaimana cara kita menyikapi dan menghadapinya sehingga dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan.
Apabila kita dapat menyelesaikan masalah pribadi atau orang lain
Maka kepuasan tersendirilah yang kita akan peroleh.
Aku terbangun dari tidurku. Aku melihat diriku sendiri berkata padaku dan aku yakin apa yang harus aku lakukan kemudian. Aku teruskan kembali tidurku untuk menuju pagi.
Ж Ж Ж
Pagi ini kubuka dengan solat subuh dan membangunkan ayah, ibu, dan tak lupa aku juga membangunkan Aisyah melalui ponselku. Aku mengingat mimpiku semalam dan menyadari bahwa segala sesuatu harus dijalani walau apapun yang terjadi. Apabila aku menang akan diriku sendiri maka aku bisa mengalahkan semuanya. Artinya musuh terbesar yang aku takuti selama ini hanyalah ketakutan terhadap diri sendiri.
Beranjak dari semua itu aku memulai melangkah kembali bersama kepercayaan diriku yang telah kembali pula.
Ж Ж Ж
Hari kamis di sekolah pukul 06.45 pagi. Aku tiba bersama Ary dan Farid, kami berpisah menuju kelas kami masing-masing. Tampak seorang pria yang sudah tak sabar menungguku untuk menanyakan tentang kelanjutan kasus yang sedang aku hadapi. Aku membisikan sebuah ide yang mungkin akan sulit dia lakukan. Semula dia tak bisa menyanggupi namun dengan sedikit nasehat, dia bisa pahami dan mau melakukannya.
Rencanannya adalah pada saat jam istirahat aku akan memberikan sebuah surat tanpa nama yang berisikan ajakan untuk bertemu namun hanya sebatas ajakan langsung dikelasnya. Apabila orang yang dituju memberikan respon positif. maka dia akan menyutujui dan memberikan waktunya. Kemudian dia akan memberitahukan aku tentang hal tersebut dan aku akan memberitahukan hasil tersebut baik atau buruk pada Ady.
Pada saat pergantian jam pelajaran. Aku secara diam-diam mencari tahu jadwal aktifitas orang yang dituju dari teman-temannya. Informasi yang aku dapat bahwa hari ini setelah sekolah usai dia langsung menuju ke tempat les Modeling. Tepatnya pada pukul 03.00 sore. Artinya masih ada waktu 1 jam buat Adi untuk bisa bertatap muka dengan Imelda.
Bell tanda waktu istirahat telah berbunyi. Sesuai rencana aku langsung menemui Imelda untuk memberikan surat yang telah dibuat oleh Adi dengan berdasarkan saran yang telah aku berikan.
Kemudian surat aku sampaikan kepada Imelda. Dia terkajut ketika aku secara tiba-tiba memberikan sepucuk surat beramplop putih didalam kelasnya. Aku hanya berkata bahwa aku sedang menyampaikan amanah dari seseorang dan amanah wajib dijaga dan disampaikan kepada orang yang dituju. Dengan wajah yang bingung dia membaca surat itu dengan tampak tenang. Berpura-pura bertanya padanya tentang isi surat, aku mencoba mengetahui apakah rencana yang aku buat bisa berjalan lancar.
You must be can do it. Don’t scare with anything and do it and get what you will.
Perkiraanku tepat, Imelda memberikan waktunya untuk bertemu dengan Adi sewaktu pulang sekolah sampai dia latihan nanti. Setelah aku mengetahui kabar baik itu. Aku berniat langsung menuju ke kelas untuk menyampaikan kabar baik ini. Sebelum aku pergi Imelda memintaku untuk membaca surat yang Adi tulis untuk menunjukan isi surat itu padaku tentang maksud Adi yang aku tanya tadi..
Untuk Dwi Imelda
Salam kenal.
Imelda aku kirim surat ini sebagai tanda bahwasanya aku ingin sekali mengenalmu lebih dekat lagi bukan hanya sebagai pengagum rahasiamu yang sering menaruh puisi dan kata-kata yang bernafaskan cinta. Selalu melihat dan menatapmu dari kejauhan. Aku mau jujut tentang siapa aku sebenarnya dan bahwasanya aku yang selalu melalukan itu karena suatu hal yang tak bisa aku ungkap sekarang.
Aku meminta waktumu walau sebentar untuk sekedar ngobrol untuk mengakrbkan diri. Aku berharap kamu bisa menerima ajakanku ini.
Pulang sekolah nanti, aku menunggumu di tempat perkiran motor. Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.
Aku ucapkan banyak terima kasih bilamana kamu mau menerima ajakanku.
Wassalamu’Alaikum
Penggemar Rahasiamu
A.W
Ternyata Adi bergerak melenceng dari rencana yang sudah aku rencanakan sebelumnya. Namun biarlah, Adi sudah bisa mengambil keputusannya sendiri. Sekarang tinggal cara Adi menentukan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ж Ж Ж
Jam sekolah berakhir. Aku memberitahukan Farid, Rahman dan Ary untuk menyasikkan sebuah pertunjukan yang langka. Hal ini bisa terjadi karena Adi sedang melakukan pendekatan dengan adik kelas dan sekarang Adi sedang menunggu mereka di tempat parkiran.
Mengintip kami dari kejauhan, kami melihat Adi sedang menunggu seorang diri di atas sepeda motornya sebab kebanyakan orang sudah pulang kerumah. Adi menunggu Imelda datang dengan tenang sedang kami sudah kesal karena sudah lama menunggu.
Akhirnya orang yang ditunggu tiba ditempat uang telah ditentukan. Imelda tampak terkejut melihat Adi yang masih berada di sana. Sayang kami tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan namun tampaknya mereka baik-baik saja. Yang terlihat dari pantauan kami Imelda sedang dibonceng oleh Adi. Ary memberi saran agar kami bisa menyoraki mereka. Bagiku ini seperti balas dendam namun dalam arti kata yang berbeda. Dengan komando dari Ary kami keluar dari tempat persembunyian kami dan menyoraki mereka.
“Adi hati-hati yah bawa gadis itu. Nanti keringat dingin lagi loh!”
Adi melintas dengan Imelda seraya tersenyum bersama. Melihat kepergian mereka, aku teringat akan janjiku dengan Aisyah untuk bertemu di Perpustakaan jam 3 sore ini. Aku bersama teman-teman lainya bergegas pulang sembari bercerita tentang tingkah laku Adi yang tak disangka-sangka sebelumnya. Akupun semula juga tak menyangka kalau Adi bisa melakukan hal yang berbanding terbalik dengan sikap dia selama ini.
Ж Ж Ж
Dalam perjalan pulang. Aku mendapatkan sebuah pesan singkat dari Adi. Dia mengucapkan terima kasih kepadaku karena penantian panjangnya akan Imelda telah sampai pada awal yang baru. Dia merasa senang bisa berbicara dan membagi banyak cerita dengan Imelda. walau Adi masih belum bisa menjadi kekasih Imelda namun dia sudah merasa senang karena bisa menghabiskan sedikit waktu bersama Imelda untuk pertama kalinya.
Mungkin hanya sebatas ini tugasku untuk membantu Adi. Tak kusangka begitu sangat mudah untuk memecahkannya. Sekarang aku sudah siap untuk menjalani hidupku yang masih penuh akan misteri dan kesenangan tentang musik.
Cinta memiliki makna yang luas dengan begitu banyak kebahagiaan di dalamnya.
Cinta bukan hanya satu namun seluruh.
Tanpa cinta dunia akan hancur, perang akan berkecamuk, semua orang akan menderita.
Dan,,,,,,,,,,
Cinta memiliki makna yang sempit dengan begitu banyak banyak misteri di dalamnya.
Cinta memberi dan meyangani seseorang yang kita sayangani tanpa memintanya untuk membalas.
Namun jika cinta itu salah diartikan maka cinta akan meracuni dan membuat orang yang mencinta menjadi gila
Karena cinta merupakan rasa kasih sayang yang selalu akan ada.
Ж Ж Ж
Note :
1). Hai Imelda
Ini aku Adi, temannya Ihsan.
Imelda, Aku ingin sekali mengenal dirimu lebih dekat.
Bagaimana menurutmu?
Jika kamu menghendaki, aku mau mengajakmu untuk bertemu. Bagaimana?
Kalau boleh, aku tunggu kedatanganmu selepas pulang sekolah di taman belakang sekolah. Oke!
2) Hai juga kak.
Kakak, kakak Adi ya?
Kakak bukannya aku ngga’ mau ketemu.
Tapi besok aku mau les jadi ngga’ bisa untuk ketemu besok.
3) Ya sudah ngga’ apa-apa.
Aku juga ngga’ memaksakan Imelda.
Maaf tiba-tiba kakak sms.
Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Komentarnya. :)